LintasMazhab.com – Berikut ini adalah kumpulan hadits pendek tentang dakwah yang mudah di hafal lengkap dengan penjelasannya.
Dakwah adalah sebuah upaya untuk menyebarkan ajaran agama kepada orang lain. Dalam Islam, dakwah sangat ditekankan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab umat muslim untuk memperkenalkan kebaikan serta kebenaran agama Islam kepada seluruh umat manusia.
Seiring dengan perkembangan zaman, dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau pengajian di masjid-masjid, tetapi juga melalui media sosial dan berbagai cara lainnya.
Oleh karena itu, dalam melakukan dakwah, seorang muslim perlu memahami dan mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam dengan bijaksana, sehingga dapat mencapai tujuan dakwah dengan efektif.
Dalam Islam, terdapat banyak hadits yang memberikan panduan dan nasehat tentang dakwah. Hadits-hadits ini dapat menjadi pedoman bagi seorang muslim dalam melakukan dakwah dengan cara yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami hadits-hadits tentang dakwah agar dapat menjadi seorang dai yang efektif dan berakhlak mulia.
Kumpulan Hadits Pendek Tentang Dakwah yang Mudah Dihafal

Berikut ini adalah beberapa hadits tentang dakwah yang mudah untuk dihafal:
1. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
الدعوة إلى الله مبتغاها والجهاد في سبيل الله كله
Artinya: “Dakwah kepada Allah adalah tujuannya, dan berjihad di jalan Allah adalah keseluruhannya.”
Sumber: Shahih Muslim 7313
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya dakwah kepada Allah dan bahwa dakwah merupakan tujuan utama dalam Islam. Berjihad di jalan Allah juga dianggap sebagai bagian integral dari dakwah.
2. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 3461
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa dalam berdakwah, seorang muslim harus tetap berupaya menyampaikan pesan kebaikan kepada orang lain meskipun hanya dengan satu ayat atau satu kalimat.
Sebab, satu ayat yang disampaikan dengan baik dan benar dapat menjadi pemikiran yang memicu orang lain untuk memperbaiki diri.
Dalam dakwah, seorang muslim harus mempertimbangkan kemampuan pendengar dan berusaha menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami.
3. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barang siapa yang menunjukkan jalan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”
Sumber: Sahih Muslim 1893
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa memberikan petunjuk dan dukungan kepada orang lain untuk melakukan kebaikan adalah suatu tindakan yang sangat mulia dan akan mendatangkan pahala besar.
4. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya: “Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan pemahaman kepadanya tentang agama.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 71
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa Allah memberikan pemahaman tentang agama kepada orang yang dikehendaki-Nya untuk mendapatkan kebaikan.
Oleh karena itu, seorang muslim harus berdoa dan berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang agama.
5. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
Artinya: “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
Sumber: Sahih Muslim 45
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya cinta dan kasih sayang antara sesama muslim dalam mewujudkan dakwah yang benar.
Seorang muslim harus memiliki rasa empati dan peduli terhadap orang lain serta ingin memberikan kebaikan kepada mereka seperti yang ia inginkan untuk dirinya sendiri.
6. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
مَنْ عَلَّمَ شَيْئًا فَلِيَعْمَلْ بِهِ
Artinya: “Barang siapa yang mengajarkan suatu hal, hendaklah ia juga melakukannya.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 3461
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah diajarkan. Seorang muslim yang memberikan dakwah harus mempraktikkan ajaran yang ia sampaikan agar dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi orang lain.
7. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
لا يستجيب لدعائكم حتى تستحلفوه بالله حق الاستحلاف
Artinya: “Doa-doa kalian tidak akan dikabulkan sampai kalian memohon dengan sumpah yang benar-benar memohon kepada Allah.”
Sumber: Sahih Muslim 2735
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya berdoa dengan ikhlas dan sungguh-sungguh kepada Allah dalam berdakwah. Seorang muslim harus memohon dengan sungguh-sungguh dan yakin bahwa Allah akan memenuhi doanya.
8. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
مَنْ يَرْدَ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya: “Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan pemahaman kepadanya tentang agama.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 71
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa Allah memberikan pemahaman tentang agama kepada orang yang dikehendaki-Nya untuk mendapatkan kebaikan.
Seorang muslim yang berdakwah harus memohon kepada Allah agar diberikan pemahaman yang lebih baik tentang agama agar dapat menyampaikan dengan benar.
9. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يَفَقَّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya: “Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan pemahaman kepadanya tentang agama.”
Sumber: Sahih Muslim 1037
Penjelasan: Hadits ini serupa dengan hadits sebelumnya, menunjukkan bahwa Allah akan memberikan pemahaman tentang agama kepada orang yang dikehendaki-Nya untuk mendapatkan kebaikan.
Oleh karena itu, seorang muslim yang berdakwah harus memohon kepada Allah untuk diberikan pemahaman yang lebih baik tentang agama.
10. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 13
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa memberikan manfaat kepada orang lain merupakan perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah.
Seorang muslim yang berdakwah harus memiliki niatan yang ikhlas dan tulus dalam membantu orang lain dan tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri.
11. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَفَى، دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Barang siapa mengucapkan Laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah) dengan sungguh-sungguh, maka ia akan masuk surga.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 6829
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa pengucapan kalimat Laa ilaaha illallah merupakan bentuk dakwah yang sangat penting.
Seorang muslim harus mengajarkan dan menyerukan kalimat tersebut kepada orang lain agar mereka juga dapat masuk surga.
Namun, dalam berdakwah, penting untuk memperhatikan cara dan etika yang benar agar dakwah yang disampaikan dapat diterima dan bermanfaat bagi orang lain.
12. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
Artinya: “Aku dan orang yang mengurus anak yatim seperti ini di surga” sambil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau seraya memisahkan keduanya sedikit.
Sumber: Sahih Muslim 2629
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa memberikan bantuan dan membantu orang yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk dakwah yang sangat dicintai oleh Allah.
Seorang muslim yang berdakwah tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan kemanusiaan.
Dalam berdakwah, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, seperti anak yatim, dapat memperkuat hubungan antara muslim dengan Allah dan mendapatkan pahala yang besar di akhirat.
13. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُؤْمِرُ الْمُؤْمِنِينَ بِالتَّعَاوُنِ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memerintahkan kepada para muslim untuk saling tolong-menolong.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 5663
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya saling tolong-menolong dalam berdakwah. Seorang muslim yang memberikan dakwah tidak boleh melakukan sendirian, melainkan perlu bekerja sama dengan orang lain.
Dalam berdakwah, saling tolong-menolong di antara para muslim dapat memperkuat dakwah yang disampaikan.
14. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: “Tidaklah beriman seseorang di antara kamu, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Sumber: Sahih Muslim 45
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa dalam berdakwah, seorang muslim harus memiliki rasa empati dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Dakwah yang efektif adalah dakwah yang dilakukan dengan penuh kasih sayang dan rasa persaudaraan.
Dalam berdakwah, seorang muslim harus menempatkan diri sebagai saudara bagi orang lain dan memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti memperlakukan dirinya sendiri.
15. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
لاَ تَنَاجَشُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Artinya: “Janganlah kalian bersaingan satu sama lain, janganlah kalian saling hasad-musuh, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian berpaling dari satu sama lain, dan jadilah hamba Allah yang bersaudara.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 5765
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya persaudaraan dalam berdakwah. Seorang muslim yang berdakwah harus menghindari persaingan yang berlebihan dan jangan sampai menyebabkan permusuhan atau kebencian antar sesama muslim.
Sebaliknya, seorang muslim yang berdakwah harus selalu menjaga persaudaraan dengan sesama muslim dan bersikap ramah dan santun dalam berinteraksi dengan orang lain.
16. Hadits Shahih Muslim tentang Dakwah
أَدِّبُوا أَوْلَادَكُمْ وَعَلِّمُوْهُم
Artinya: “Didiklah anak-anakmu dan ajarkanlah mereka.”
Sumber: Sahih Muslim 2647
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan pentingnya pendidikan dalam dakwah. Seorang muslim yang berdakwah harus memberikan pendidikan dan pelajaran yang baik kepada anak-anaknya serta kepada orang lain yang membutuhkan.
Dalam berdakwah, seorang muslim juga harus berupaya memberikan pengajaran dan pendidikan yang bermanfaat bagi orang lain agar mereka dapat memahami pesan kebaikan dengan baik.
Sebab, pendidikan yang baik dapat membantu seseorang untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat.
17. Hadits Shahih Bukhari tentang Dakwah
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُرَحِّبْ بِالْمُسْلِمِينَ وَلَمْ يَشْفَعْ لِلْمَرِيضِ الْمُسْلِمِ وَلَمْ يَتَّبِعْ جَنَائِزَنَا
Artinya: “Bukanlah bagian dari kami orang yang tidak menyambut kedatangan muslim, tidak mendoakan kesembuhan bagi muslim yang sakit, dan tidak mengikuti jenazah muslim yang meninggal.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 1240
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa dalam dakwah, seorang muslim harus selalu memperhatikan hak-hak sesama muslim.
Seorang muslim yang berdakwah harus senantiasa menjalin hubungan baik dengan sesama muslim, serta memberikan dukungan dan doa bagi mereka yang sedang dalam kesulitan atau sakit.
Dalam dakwah, seorang muslim juga harus menghormati dan mengikuti prosesi pemakaman muslim yang meninggal, karena hal itu merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap sesama muslim.
18. Hadits Shahih Bukhari tentang Keutamaan Dakwah
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya kepada orang lain.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 5027
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan dengan cara mengajak orang untuk beriman, tetapi juga dengan mengajarkan Al-Quran kepada orang lain.
Seorang muslim yang berdakwah harus senantiasa berusaha untuk mempelajari Al-Quran dengan baik dan benar, serta mengajarkannya kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami.
Dalam Islam, pengajaran Al-Quran merupakan salah satu bentuk dakwah yang sangat dianjurkan, karena melalui Al-Quran, seorang muslim dapat mengetahui hukum-hukum Islam dan memperdalam pengetahuannya tentang agama.
19. Hadits Shahih Muslim tentang Keutamaan Dakwah
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan memperoleh pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.”
Sumber: Sahih Muslim 1893
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan agama yang luas atau memiliki jabatan tertentu, tetapi bisa dilakukan oleh siapa saja yang menunjukkan kebaikan dan memberikan contoh yang baik.
Dalam Islam, setiap orang dianjurkan untuk berdakwah dengan cara yang sesuai dengan kemampuannya, baik itu dengan memberikan nasihat atau contoh yang baik kepada orang lain.
Seorang muslim yang berdakwah dengan cara yang baik dan benar akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
20. Hadits Shahih Bukhari tentang Metode Dakwah
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Artinya: “Setiap orang akan diberi balasan berdasarkan niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu adalah karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia capai atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu adalah karena yang ia hijrahkan itu.”
Sumber: Sahih al-Bukhari 54
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan bahwa dalam berdakwah, niat yang benar dan ikhlas sangat penting. Seorang muslim yang berdakwah harus memiliki niat yang murni, yaitu semata-mata karena ingin mengharap ridha Allah SWT dan menyebarkan kebenaran Islam kepada orang lain.
Niat yang benar akan membawa dampak positif dalam dakwah yang dilakukan, karena Allah SWT akan membalas dengan pahala yang besar.
Sebaliknya, jika niatnya tidak murni, dakwah yang dilakukan tidak akan mendapatkan pahala yang maksimal.
Dalam rangka memberikan dakwah, penting bagi seorang muslim untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang ajaran Islam dan juga keberanian untuk menyampaikannya kepada orang lain.
Namun demikian, seorang muslim juga harus memperhatikan etika dan adab dalam berdakwah agar dakwah yang disampaikan dapat diterima dan bermanfaat bagi orang lain.
Oleh karena itu, hadits-hadits di atas memberikan panduan dan pedoman bagi seorang muslim dalam berdakwah.

